Victoria yang Membius dengan Keindahan

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Empress Hotel

Victoria adalah kota pertama yang saya kunjungi di negara Kanada. Kota ini begitu indah dan bersih serta tidak ada kota lain yang membuat saya jatuh hati selain Victoria. Keindahan dan kecantikan Kota Victoria memang sesuai dengan asal muasal dari nama kota ini diambil yaitu Ratu Victoria, Ratu Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia.

Ratu Victoria merupakan Putri dari Pangeran Edward, anak keempat dari Raja George III. Sepeninggalan Pangeran Edward dan Raja George III pada tahun 1820, ia diasuh oleh ibunya berdarah German yaitu Putri Victoria of Saxe-Coburg-Saalfeld. Setelah ketiga kakak tertuanya meninggal tanpa meninggalkan pewaris tahta, maka Victoria di usia yang ke-18 dimahkotai sebagai Ratu Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia.

Kota Victoria merupakan ibu kota dari Provinsi British Columbia yang terletak di selatan Pulau Vancouver. Victoria terletak sekitar 100 kilometer dari Kota Vancouver dan kira-kira 100 kilometer dari Kota Seattle, USA.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gedung parlemen adalah salah satu landmark di Kota Victoria

Kota Victoria merupakan salah satu kota tertua di Pacific Northwest. Tidak heran di kota ini saya menemukan banyak bangunan tua yang bersejarah. Ada dua landmark yang paling terkenal di kota ini yaitu gedung parlemen atau Legislative Assembly of British Columbia dan hotel Empress.

Di kota ini saya sering kali mengunjungi Chinatown karena ditempat inilah saya menemukan banyak makanan yang membuat saya merindukan kampung halaman seperti nasi goreng. Bicara mengenai Chinatown, salah satu tempat di sudut Kota Victoria ini merupakan kota kedua tertua di Amerika Utara setelah San Fransisko.

Di Chinatown saya juga kerap membeli berbagai keperluan untuk menambah rasa dari makanan yang saya makan sehari-hari di kapal, yaitu telur asin. Hanya di Chinatown saya bisa menemukan telor asin dan beberapa makanan yang saya kenal di Indonesia.

Selain bangunan tua yang bersejarah yang bertebaran di sudut kota, Kota Victoria juga dikenal sebagai “Kota Taman”. Oleh sebab itu tidak heran jika kota ini mengundang daya tarik wisatawan serta berbagai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh para penjelajah dunia.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Salah satu festival di Kota Victoria

Satu hal yang perlu diketahui oleh para penjelajah dunia tentang Kota Victoria adalah kota ini merupakan salah satu dari dua puluh kota dengan kualitas hidup terbaik. Di kota ini juga merupakan tempat favorit bagi para pelajar dari berbagai negara untuk menimba ilmu di tempat ini. Untuk itulah populasi para siswa pendatang lebih banyak di kota ini dan mereka hadir di University of Victoria, Camosun College, Royal Roads University, the Victoria College of Art, the Sooke Schools International Programme dan the Canadian College of Performing Arts.

Saya menyukai Kota Victoria selain kotanya yang tenang dan santai, di tempat ini juga beriklim dingin dan sejuk. Pertama kali saya mendarat di kota ini saat suhu udara mencapai sekitar 8 celcius. Tentu saja suhu yang cukup dingin ini membuat saya terkejut karena  3 hari sebelumnya saya baru menyelesaikan perjalanan ke Hawai’i yang suhunya hangat. Imbasnya kulit saya menjadi kering bahkan bibir saya sempat luka karena iritasi.

Meskipun cuaca saat itu agak mengejutkan tetapi Kota Victoria sungguh memukau. Menjelang malam, di tengah cuaca dingin dan kota yang tenang, saya kerap duduk di pembatas tepi pantai sambil menghirup kopi hangat yang saya bawa sebagai bekal. Rasanya sungguh luar biasa, seakan-akan saya ingin tinggal selamanya di tempat ini.

Satu lagi rasa cinta terhadap Kota Victoria adalah di kota ini berisi orang-orang yang ramah dan bersahabat. Jangan kaget jika Anda berjalan melintas jalan-jalan tenang di Victoria, ada orang yang menyapa Anda. Ketika Anda bertemu dengan suasana demikian, maka Anda tentu tidak akan pernah merasa asing di tempat asing. Pengalaman dengan keramahtamahan ini tidak hanya ditemukan di Victoria tapi beberapa kota di Kanada yang pernah saya kunjungi juga menampilkan semangat yang sama.

Imigrasi Kanada itu ramah sekali ketimbang pengalaman saya pertama kali bertemu imigrasi Amerika Serikat, bahkan kadang mereka kerap bercanda. Jelas kata welcome itu sangat tepat diberikan untuk kota-kota yang ramah dan salah satunya Victoria dan negara Kanada pada umumnya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kala saya berkunjung menjelang musim semi. Saat itu bunga-bunga sedang mulai bermekaran. Suasana modern yang berpadu dengan bangunan klasik ditambah keindahan taman serta warna-warni bunga, pasti bikin para penjelajah dunia akan menambah waktu libur di kota ini.

Bicara tentang pendatang, di sini juga saya menemukan beberapa orang Indonesia. Salah satunya saat saya ingin menukarkan US Dollar ke Canadian Dollar. Awalnya saya dan teman saya Agus tidak mengetahui kalau si penjaga penukaran uang tersebut adalah orang Indonesia. Akhirnya terjadi perbincangan seperti ini:

“Gus, cantik banget yah orang ini. Matanya penuh cahaya”. Kemudian Agus bilang, “Iya Thur, kalau dia tiba-tiba ngelamar gua, pasti langsung gua bilang iya”. Sambil bercanda saya kemudian bilang, “Ah…ga mungkin. Emang lu lebih ganteng dari gua?” dan kita tertawa. Tiba-tiba si penjaga tersebut bicara, “Mas, saya orang Indonesia lho. Asalnya dari Medan”. Kemudian suasana menjadi hening.

Bicara tentang salju. Kota Victoria adalah kota kedua setelah Hilo, Hawai’i saat saya melihat salju di puncak-puncak gunung. Kalau di Hilo puncak Gunung Mauna Kea terlihat jauh, kalau di Victoria rasanya dekat sekali. Akhirnya pengalaman yang luar biasa berjumpa dengan salju pertama kali terjadi di Juneau, Alaska.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Royal British Columbia Museum adalah salah satu museum berisi tentang sejarah alam.

Di pusat Kota Victoria saya menemukan berbagai hal yang luar biasa disini. Di pusat kota ini banyak ditemukan cafe dan restaurant yang bertebaran dan menyuguhkan makanan dengan cita rasa yang luar biasa. Mau sekedar kongkow di cafe juga OK tetapi saya sarankan lebih nikmat duduk di luar ruang apalagi di musim panas.

Meski pusat Kota Victoria ramai di musim panas, tetapi udara di kota ini sangat bersih. jadi jangan khawatir jika lupa membawa masker karena masker untuk polusi tidak diperlukan jika tinggal di kota ini. Selain itu jangan juga takut kepanasan karena meski panas tetapi udara di kota ini sejuk serasa di puncak gunung.

Bagi para penjelajah dunia yang sungguh menikmati keramaian dan kemeriahan, musim panas adalah waktu terbaik untuk berkunjung di kota ini. Di bulan Agustus biasanya di kota ini menampilkan konser terapung, the Symphony Splash. Ratusan orang duduk di tepian dekat dengan Belleville Street untuk menyaksikan konser Victoria Symphony.

Belleville Street adalah jalan yang sangat terkenal di kota ini karena pertama berdiri salah satu landmark yaitu gedung parlemen atau Legislative Assembly of British Columbia dan kedua pelabuhan ferry dari Kota Victoria ke Kota Seattle dan sebaliknya. Tidak jauh dari gedung parlemen yaitu Government Street berdiri Hotel Empress.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Empress Hotel adalah salah satu Landmark di Kota Victoria

Bagi para pecinta taman dan bunga-bunga, para penjelajah dunia pasti akan dimanjakan jika berkunjung ke kota ini. Butchart Garden adalah salah satu situ bersejarah di Kota Victoria. Cukup 1,5 jam bersepeda menuju taman ini dari Belleville Street atau sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Para penjelajah dunia juga bisa menggunakan transportasi umum dengan mengambil bis di rute 75 (Royal Oak Exchange Bay F).

Jika bingung saat menggunakan transportasi umum, saya biasanya bertanya ke penduduk lokal. Tidak perlu takut bertanya atau malu karena Bahasa Inggris yang terbatas karena penduduk Kota Victoria itu ramah dan mereka akan senang sekali membantu para tamu yang berkunjung ke kotanya. Selain itu Anda tidak perlu khawatir jika membawa sepeda karena Anda bisa meletakkan sepeda di tempat khusus yang tersedia di bis. Saat saya berkunjung ke Butchart Garden, dari Hotel Empress saya mengayuh sepeda ke Royal Oak Exchange Bay F sekitar 4o menit kemudian melanjutkan perjalanan dengan bis.

Tempat Wisata Victoria

Rute yang ditempuh dengan sepeda dari pusat Kota Victoria ke Butchart Garden

Jangan lupa untuk menyiapkan kamera Anda karena dari dan ke Butchart Garden penuh dengan pemandangan indah dan rumah-rumah penduduk yang menarik. Selama bersepeda, saya jamin para penjelajah dunia akan berhenti beberapa kali untuk mengabadikan keindahan alam di Kota Victoria.

Butchart Garden sangat cocok dikunjungi di bulan Juni sampai September. Anda tidak dapat membayangkan betapa indahnya taman yang dibangun oleh Jennie Butchart pada tahun 1904 dari bekas pertambangan batu kapur, dari lubang bekas yang menganga menjadi taman cekung yang indah. Anda bisa melihat warna warni bunga tulip yang bermekaran dan bunga mawar dengan berbagai variasi serta bunga-bunga lain yang menjadi koleksi di taman ini. Sangat sulit dibayangkan bahwa Butchart Garden sebelumnya merupakan tambang batu kapur.

Tidak ketinggalan saya juga kerap berbelanja di Salvation Army. Salvation Army bukan mall atau butik yang menawarkan barang-barang berkelas melainkan Salvation Army menjual barang-barang bekas yang layak untuk digunakan kembali. Toko Salvation Army di Victoria adalah salah satu dari ratusan toko yang tersebar di penjuru dunia dan merupakan bagian dari organisasi sosial yang saat ini memiliki sekitar 1.5 juta anggota di seluruh dunia.

Saya biasanya membeli buku bekas di tempat ini karena semenjak awal saya ingin melanjutkan pendidikan saya setelah saya selesai bekerja di Holland America Line. Jadi jika ingin menemukan barang yang bagus dan murah, jangan malu untuk datang ke Salvation Army di Fort Street, hanya kurang dari seperempat jam berjalan kaki dari Hotel Empress.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pemandangan di sudut cruise ship terminal. Dari tempat ini jutaan turis datang setiap tahunnya berkunjung ke Kota Victoria

Di kota ini, saya rasanya tidak ingin pulang. Inilah salah satu ibu kota provinsi yang benar-benar membuat saya jatuh hati dan betah setiap kali datang berkunjung. Saya bukan penggemar kota besar akan tetapi Victoria adalah pengecualian.

Di tempat ini saya menemukan apa yang namanya keindahan sesungguhnya. Bagaimana masyarakat dan pemerintahannya membangun sebuah kota indah yang penuh dengan bunga dan yang terutama mereka menjaga kotanya agar tetap lestari sepanjang masa.

Salam, Jelajah Dunia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: