Arti Kebahagiaan di Bukit Sabda Bahagia, Israel

img_2823

Bagi para peziarah tanah suci, nama Church of the Beatitudes atau Gereja Sabda Bahagia atau Gereja Khotbah di Bukit adalah nama yang tidak asing untuk dikunjungi. Gereja Sabda Bahagia terletak di negara Israel salah satu negara di Asia Barat yang dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun pasir Sinai serta dua daerah Otoritas Palestina yaitu Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Saya berkunjung ke Gereja Sabda Bahagia pada tahun 2009 bersama dengan kapal pesiar Ms. Prinsendam. Kesempatan berkunjung ke tanah suci adalah kesempatan yang langka mengingat Indonesia tidak mempunyai perjanjian diplomatik dengan negara Israel dan berbagai kesulitan perijinan kerap kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang Indonesia untuk berkunjung ke negara ini.

img_2826

Pemandangan ke arah Danau Galilea dari Gereja Sabda Bahagia

Setelah menikmati santap siang yang lezat di tepi Danau Galilea, Saya menuju ke Gereja Sabda Bahagia. Gereja Sabda Bahagia terletak di sebuah bukit kecil yang menghadap ke Danau Galilea yang disebut Bukit Sabda Bahagia. Lokasinya dekat dengan Tabgha dan Kapernaum. Gereja Sabda Bahagia dibangun dekat dengan sebuah kapel yang dibangun pada abad ke-4 masehi yang terletak di lereng Bukit Sabda Bahagia.

Di tempat inilah para peziarah percaya merupakan tempat Yesus menyampaikan sabda-sabda bahagia atau dalam injil dikisahkan ketika Yesus berkhotbah di bukit.

Gereja Sabda Bahagia adalah salah satu dari beberapa Gereja Katolik yang berdiri di tanah suci dan dibangun antara tahun 1936 sampai 1938. Denah gereja ini berbentuk segi delapan yang melambangkan delapan sabda bahagia.

img_2817

Altar Gereja Sabda Bahagia

Gaya bangunannya menggunakan arsitektur Bizantium dengan lapisan marmer dan mosaik emas di kubahnya. Di sekitar altar saya melihat simbol mosaik yang mewakili keadilan, kebijaksanaan, ketabahan, kesederhanaan, keyakinan, harapan dan cinta kasih.

Gereja Sabda Bahagia ini dirancang oleh arsitek Antonio Barluzzi dibawah pengawasan komisi Italia pemerintahan fasis Benito Mussolini. Para biarawan dan biarawati yang merawat situs bersejarah ini adalah Ordo Fransiskan yang mayoritas berasal dari Italia.

img_2825

Tempat ini adalah salah satu tempat terindah yang saya kunjungi. Di sekeliling gereja ini selain pemandangannya indah juga sejuk. Lingkungan yang terawat dengan baik inilah yang menjadi salah satu ketertarikan bagi para peziarah untuk berdoa dan bermeditasi. Di tempat ini saya bisa melihat pohon zaitun dan pohon kurma. Di sinilah pertama kali saya melihat seperti apa pohon kurma dan buah kurma itu.

Berkunjung ke tempat ini mengingatkan saya akan banyak hal tentang menemukan apa itu kebahagiaan. Apakah kebahagiaan itu diperoleh dari berapa banyak harta yang bisa kita kumpulkan? Ataukah kebahagiaan itu adalah seberapa sering kita masuk di suatu acara televisi dan menjadi populer? Ataukah kebahagiaan itu adalah seberapa besar kita mempunyai jabatan di kantor?

img_2807

Setiap orang berusaha mengejar kebahagiaan itu, bahkan tidak sedikit jika kita melihat banyak anak-anak SMP dan SMU menjual tubuhnya agar bisa membeli handphone keluaran terbaru atau barang-barang yang bisa mengangkat citra diri mereka agar semakin dihormati oleh teman-teman sekelas. Apakah dengan itu semua kita bisa menemukan kebahagiaan sejati?

Mungkin kisah Sabda Bahagia dari Yesus di tempat ini masih relevan buat kita yang setiap hari berusaha mengejar kebahagiaan yang tidak kunjung datang.

img_2809

Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu” (Matius 5:2-12).

img_2834

Salam, Si Penjelajah Dunia

Advertisements

3 comments

  1. […] Sophia terletak di Istanbul, Turki. Bangunan gereja yang mulai dirancang pada tahun 537 Masehi dan selesai pada tahun 1453 merupakan bangunan […]

    Like

  2. […] Noordam, merupakan kunjungan yang luar biasa. Kota ini menyimpan kekayaan peninggalan Romawi Kuno, Kekristenan dan Islam yang berdampingan satu sama […]

    Like

  3. […] saya tidak akan pernah berdiri di tengah-tengah Basilika St. Petrus, Vatican atau melihat kota suci Jerusalem dari atas Bukit […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: