Peran Astra International bagi Keberlangsungan Lingkungan

img_0366

Kondisi Kutub Utara, bentuk nyata pemanasan global. Dok Pri.

Kehidupan terkait erat dengan keberlangsungan kehidupan satu sama lain. Jika salah satu kehidupan musnah berarti menjadi ancaman bagi kehidupan yang lain. Untuk itu manusia sebagai makhluk hidup yang berada di atas rantai makanan sekaligus sebagai makhluk hidup yang berakal budi mempunyai kewajiban untuk menjaga kesinambungan kehidupan makhluk hidup yang lain agar keberlangsung kehidupannya dapat terjaga.

Paul W. Taylor mengatakan bahwa apa pun kewajiban moral yang kita miliki terhadap sesama manusia, kita mempunyai tugas yang terhutang kepada makhluk hidup di alam. Sebagai seorang tokoh yang dikenal dalam etika lingkungan hidup, Paul W. Taylor mengajak setiap orang untuk mengganti pandangan hidupnya dari egois dan tertutup menjadi terarah kepada kehidupan dan terbuka terhadap dunia yang dihidupinya.

Tanggungjawab terhadap lingkungan menjadi tanggungjawab bersama karena keberlangsung kehidupan berarti keberlangsungan kehidupan manusia. Sebagai sebuah korporasi, Astra International menyadari bahwa keberlangsungan unit usahanya terkait erat dengan keberlangsungan lingkungan hidup. Oleh sebab itu Astra International mempunyai komitmen teguh untuk melaksanakan prinsip Triple Bottom Line. Prinsip Triple Bottom Line merupakan prinsip keseimbangan pada kinerja sektor ekonomi, kinerja sektor sosial dan kinerja sektor lingkungan. Dengan menjaga kesimbangan ini maka Astra International berupaya menjaga kesinambungan unit-unit usahanya.

Hal yang paling sulit dihadapi oleh korporasi adalah masalah kesinambungan unit usahanya. Banyak korporasi terjebak dalam bisnis memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya. Prinsip ini menjebak banyak korporasi karena perhatian utama adalah mengejar keuntungan tetapi mengesampingkan keberlangsungan usaha. Lewat prinsip Triple Bottom Line, Astra International membuktikan bahwa selama 60 tahun perusahannya tetap hidup dan lebih berkembang dengan menjaga keseimbangan kinerja sektor ekonomi, sosial dan  lingkungan.

Kesimbangan lingkungan adalah salah satu faktor penting yang menjadi fokus bagi Astra International. Lewat tanggungjawab sosial perusahaan (CSR), Astra membentuk Astra Green Company (ACG) yang bertanggungjawab terhadap masalah lingkungan. Program CSR Astra International tidak hanya memperhatikan kelanjutan bisnis tetapi juga memperhatikan kelanjutan masyarakat dan kelanjutan lingkungan.

Dalam perjalanannya, Astra Green Company mengembangkan empat tujuan yaitu, pertama, green strategy yaitu sebagai perlindungan, pengembangan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja. Kedua, green process meliputi pelayanan dan proses produksi yang ramah serta aman bagi lingkungan. Ketiga, green product dimana Astra International memperhatikan secara serius produk yang aman bagi lingkungan sekaligus aman bagi pelanggannya. Keempat, green employee yaitu mengembangkan dan melatih secara terus menerus anggota organisasi dalam unit usahanya untuk terus melaksanakan sistem managemen lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja.

CSR Astra International tentu saja sejalan dengan salah satu visi perusahaan yaitu menjadi perusahaan yang mempunyai tanggungjawab sosial serta ramah lingkungan. Salah satu bentuk nyata CSR Astra International untuk keberlangsungan lingkungan hidup adalah program go green with Astra yang melibatkan karyawan Astra International untuk menanam satu pohon per orang. Selain itu Astra juga melibatkan para kaum muda untuk menjaga keberlangsungan alam lewat lomba pengelolaan limbah untuk siswa SMU/SMK. Selain itu sejak tahun 2005 Astra International lewat Toyota Eco Youth mengadakan penilaian lingkungan sekolah SMU/SMK terbaik se-Jawa dan Bali.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Salah satu Glacier di Alaska

Bentuk nyata CSR Astra International terhadap lingkungan juga dibarengi dengan berbagai inovasi dan efisiensi perusahaan salah satunya adalah menghemat listrik dan mengganti bahan bakar dengan bahan bakar ramah lingkungan. Tujuannya adalah untuk mengurangi emisi gas buang CO2. Oleh sebab itu pada tahun 2015, Astra sudah melakukan 31 pelatihan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja dengan 463 orang yang ikut serta di dalamnya. Selain itu selama tahun 2015, Astra International telah mengembangkan 743.819 proyek inovasi.

Sejalan dengan United Nation Environment Programme (UNEP), Astra International juga memperhatikan perubahan iklim lewat ketahanan lingkungan, pertumbuhan emisi yang rendah, dan mengurangi emisi rumah kaca. Selama tahun 2015 saja, Astra International telah menanam 3.567.237 pohon, 832.846 pohon mangrove, membuat 11 hutan kota, membuat 10 taman kota, dan 17 bank sampah. Selain itu pada tahun 2015, Astra International berhasil menurunkan intensitas emisi rumah kaca sebesar 22%. PT Astra Argo Lestari Tbk, juga memperhatikan keberlangsungan hutan sebagai bentuk keberlangsungan unit usahanya lewat program High Conservation Value Forest (HCVF).

Astra International menyadari bahwa lingkungan hidup bukanlah tanggungjawab korporasi tetapi juga menjadi tanggungjawab bersama. Untuk itu berbagai program lingkungan yang dilakukan oleh Astra International tidak hanya program yang melibatkan pihak Astra tetapi juga melibatkan masyarakat. Masyarakat  juga diajak untuk terlibat dan peduli terhadap alam. Makanya program CSR Astra International juga efektif untuk mengubah pola pikir masyarakat yang hanya berusaha mencukupi kebutuhan untuk hari ini menjadi pola pikir keberlangsungan yang terus menerus.

Bagi Astra International, keberlangsungan kesinambungan suatu entitas usaha tidak hanya diukur dari berapa banyak keuntungan yang bisa dihasilkan oleh unit-unit usahanya tetapi juga diimbangi dengan menfaat yang dirasakan oleh para pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan adalah seluruh masyarakat baik itu lingkungan sosial, investor, karyawan dan pemerintah. Dengan memberikan manfaat besar bagi pemangku kepentingan dan kualitas lingkungan, maka Astra International menyadari bahwa perusahaannya akan tumbuh dan berhasil.

Untuk itu bagi Astra International, usaha dan kesejahteraan pemangku kepentingan saling menguatkan satu dengan yang lain. Sama halnya dengan prinsip kehidupan, dengan saling menyejahterahkan kehidupan yang lain maka sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan kita sendiri.

Arthur Francis Barthelemy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: