Perjumpaan Pertama dengan Salju di Juneau, Alaska, USA

Tempat Wisata di Alaska

Sealaska Plaza, Juneau

Salah satu tempat wisata di Alaska yang memukau saya adalah sebuah kota bernama Juneau. Kota Juneau sudah berdiri sebelum Demam Emas Klondike pada tahun 1898. Kota Juneau termasuk salah satu dari kota-kota tertua di Alaska dan berdiri pertama kali setelah dibeli oleh Amerika Serikat dari Rusia. Ketchikan sendiri adalah kota pertama di Alaska.

Kota Juneau berdiri di antara Gunung Juneau dan Gunung Roberts dan Selat Gastineau. Satu hal yang membuat saya kagum saat melihat kota ini adalah Gunung Juneau yang menjulang diselimuti salju.

Tempat Wisata di Alaska

Kota Juneau dengan Gunung Juneau

Bicara mengenai Alaska, tidak akan pernah lepas dari sejarah Amerika Serikat dan Rusia saat itu. Awalnya Alaska merupakan bagian dari kekaisaran Russia akan tetapi saat itu Rusia kekurangan uang untuk membayar hutang akibat perang dengan Inggris maka mereka memutuskan menjual Alaska ke Amerika Serikat. Pertimbangan menjual Alaska ke Amerika Serikat selain masalah ekonomi juga terkait dengan strategi politik saat itu.

Bayangkan saat itu Russia menjual Alaska dengan harga USD 7.200.000,- atau setara dengan USD 4.74 per kilometer persegi. Awalnya ketika masih dalam wilayah Rusia, ibu kota Alaska berada di Sitka dan semenjak menjadi bagian dari Amerika Serikat maka Juneau adalah Ibu kota Alaska.

Tempat Wisata di Alaska

Menjelang musim panas, salju di Gunung Roberts mulai mencair

Sama halnya dengan kota-kota di Alaska pada umumnya, Juneau akan ramai ketika musim panas dan menjadi sepi ketika musim dingin datang saat para turis mulai berpindah ke tempat yang lebih hangat. Terus terang Juneau adalah kota yang paling berkesan seumur hidup saya. Dari kota ini saya tahu salju itu seperti apa. Inilah Alasan kenapa pertama kali saya memilih perjalanan saya dimulai dari Alaska karena ingin melihat salju. Seorang teman bernama Jessika saat itu sampai tertawa saat saya menceritakan alasan kenapa saya ke Alaska hanya karena ingin melihat salju.

Salju itu kayak apa seh? Pertama, Salju itu jelas dingin dan basah. Warnanya putih dan kalau kena tanah warnanya jadi coklat. Saya lebih senang salju permukaan karena terlihat lebih putih dan bersih. Kedua, salju itu bentuknya seperti es serut atau bunga es di freezer kulkas.

Tempat Wisata di Alaska

Ini dia teman-teman saya saat di Ms. Rotterdam. Dari kiri ke kanan, Jan, Kathrine, dan Komang

Hal yang menyenangkan bertemu salju adalah main seluncuran, saya pernah bermain prosotan salju bersama Kathrine. Kathrine adalah teman kerja di kapal pesiar berasal dari Australia. Sama halnya dengan saya, Kathrine juga tidak pernah melihat salju seumur hidupnya. Jadi saat itu dengan susah payah kita mendaki bukit yang tingginya hampir 200 meter dan meluncur seperti orang gila, berkali-kali sampai masuk angin.

Saya ingat setelah bermain salju dan meriang adalah email yang saya terima dari Mr. Jan Kornman atasan sekaligus pemilik dari Dianthus International. Dia bertanya apakah akhirnya saya sudah melihat salju dan dengan semangat saya menceritakan pengalaman saya hari itu dan tidak ketinggalan dengan foto-foto juga.

Tempat Wisata di Alaska

Don’t try this at home! Nanti masuk angin.

Selain bermain salju, pengalaman saya yang lain adalah menikmati cahaya matahari sampai jam 23.00. Biasanya kalau musim panas, Alaska di bagian utara akan merasakan siang yang lebih panjang, berkebalikan dengan kota-kota di bumi bagian selatan yang malamnya lebih panjang karena musim dingin.

Awalnya saya berkunjung ke Juneau awal-awal musim semi sehingga saya masih bisa menikmati salju, tetapi ketika beranjak ke puncak musim panas, salju menghilang sama sekali. Bahkan kota Juneau saat itu terancam kekurangan air yang berasal dari Gunung Juneau karena salju di puncaknya mencair lebih cepat. Bagi yang tidak percaya pemanasan global, saya harap lebih baik percaya karena musim panas di Alaska bisa lebih panas dari Jakarta.

Tempat Wisata di Alaska

Kartu Perpustakaan Juneau, Alaska

Juneau juga menawarkan berbagai tempat wisata belanja yang memukau para pengunjung. Akan tetapi jika ingin belanja di Juneau lebih baik dipikir-pikir lagi karena harganya lumayan mahal dibandingkan dengan wilayah lain di Amerika Serikat. Untuk elektronik saja bisa berbeda 20% lebih mahal dibandingkan dengan Astoria. Untuk kaos juga lebih mahal sampai USD 30. Akan tetapi untuk kaos, enaknya belanja menjelang penghujung musim panas karena biasanya sudah mulai diskon gila-gilaan, dari USD 30 bisa menjadi USD 5.

Di sini saya juga suka jajan hot dog yang enak banget, dari yang haram sampai yang biasa saja. Selain itu jangan pernah melewatkan mencoba Kettle Corn di sini, harganya USD 5 yang kecil dan USD 8 untuk yang besar. Kettle Corn nya the best banget, biasanya habis dari sini saya jadi ‘ayam’ di kamar sambil makan Kettle Corn.

Tempat Wisata di Alaska

Setelah hampir pingsan mendaki Gunung Roberts bersama Wilna

Ada banyak sekali aktivitas yang saya lakukan di Juneau. Pertama, saya senang berada di perpustakaan. Berhubung saat itu saya ingin melanjutkan pendidikan S2 di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, saya menggunakan kesempatan ini untuk mencari buku-buku untuk penulisan tesis.

Di antara semua orang yang ada di Holland America Line saat itu, saya yang mendapat ijin istimewa untuk meminjam buku selama satu bulan di perpustakaan Juneau. Kebanyakan crew menghabiskan waktunya untuk bermain internet, sedangkan saya sibuk mencari buku-buku yang akan saya bawa ke kapal dan di scan di kamar.

Tempat Wisata di Alaska

Pemandangan Kota Juneau dari Gunung Roberts

Kedua, tempat wisata alam yang sering saya lakukan adalah tempat wisata alam di Gunung Roberts dan Gunung Juneau. Kedua gunung itu sudah saya taklukkan.

Saat kapal sandar, saya sudah siap-siap dengan sepatu North Face, celana panjang, tas kecil, botol minum dan perlengkapan survival untuk melakukan pendakian. Dari pendakian 4 jam ke puncak sampai akhirnya saya bisa 2 jam sampai puncak. Hanya satu orang yang bisa mengimbangi langkah kecil tapi cepat yang saya miliki. Namanya Wilna asal Afrika Selatan, secara fisik dia luar biasa jika bicara pendakian.

Ketiga, saya juga menghabiskan waktu berjalan-jalan keliling kota dan masuk keluar hutan. Pernah saya bertemu dengan beruang hitam dalam perjalanan saya bertualang di Juneau, bahkan ada satu saat bertemu dengan anak beruang.

Siapa bilang bertemu anak beruang itu menyenangkan karena di sekitar anak beruang itu ada induknya. Jadi tindakan paling bijak saat itu jangan pernah bermain dengan anak beruang meski sangat lucu.

Keempat, saya juga sering mampir ke Wal-Mart untuk membeli berbagai kebutuhan bulanan di sana. Wal-Mart letaknya cukup jauh dari pusat kota, jadi memang sangat menyenangkan naik angkutan umum sembari menikmati suasana di Juneau.

Selain aktivitas rutin ada berbagai tur mengunjungi berbagai tempat wisata alam seperti Zipline-Canopy Tour, kayak sambil melihat ikan paus, menikmati petualangan di Mendenhall Glacier sekitar 12 mill dari pusat Kota Juneau atau memancing ikan. Intinya aktivitas alam yang saya lakukan di Juneau benar-benar terpuaskan.

Kesannya adalah luar biasa. Sampai saat ini pun saya masih tidak percaya bahwa saya bisa menginjakkan kaki di Alaska dan  masih membekas di dalam ingatan saya akan keindahan alam di Juneau, aliran sungainya atau sekedar melihat dari jauh beruang mencari ikan di sungai.

This slideshow requires JavaScript.

Bagi para penjelajah, Kota Juneau di Alaska adalah salah satu kota yang menawarkan berbahagia tempat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Oleh sebab itu, jangan lewatkan menikmati keindahan alam di Juneau, Alaska sebelum pemanasan global menghapus jejak salju abadi di puncak gunungnya.

Salam, Jelajah Dunia

 

 

Advertisements

7 comments

  1. […] hujan es seperti apa, itu yang tidak pernah saya alami sebelum mengunjungi Kota Sochi, Russia. Kota Juneau adalah kota pertama saya bisa merasakan salju dan melihat salju, Kota New York adalah kota pertama […]

    Like

  2. […] mengingat kembali salah satu tempat wisata di Alaska, membawa saya kepada ribuan kisah-kisah luar biasa yang muncul dan seakan bercerita kembali […]

    Like

  3. […] di Alaska yaitu Taman Nasional Glacier Bay. Taman Nasional Glacier Bay lokasinya berdekatan dengan Kota Juneau. Sama seperti kota-kota di Alaska pada umumnya, Kota Haines berdiri pertama kali ketika demam […]

    Like

  4. […] masih ada meski lautan memisahkan. Bahkan, ketika perayaan ulang tahun ke 64, saya merayakannya di Kota Juneau, […]

    Like

  5. […] inggris “All roads lead to Rome“. Secara harafiah, kata tersebut tidak berlaku untuk Kota Juneau di Alaska. Pada dasarnya Kota Juneau tidak dapat ditempuh dengan menggunakan […]

    Like

  6. […] jika saya tidak pernah bertanya. Bagaimana saya memperoleh berbagai informasi tentang kondisi Gunung Juneau di Alaska untuk memulai pendakian jika saya tidak bertanya terlebih dahulu. Atau bagaimana saya […]

    Like

  7. […] dekat sekali. Akhirnya pengalaman yang luar biasa berjumpa dengan salju pertama kali terjadi di Juneau, […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: